Info HPFI

VCD, DVD, dan Blu-Ray "Harry Potter and the Deathly Hallows: Part. 2" telah dirilis, segera dapatkan di toko-toko kaset terdekat. It All Ends Here...

Rabu, 18 Mei 2011

Penggemar Kecewa 'Harry Potter' Belum Pasti Rilis di Indonesia

Jakarta - 'Harry Potter and the Deathly Hallows II' yang telah ditunggu-tunggu penggemarnya di seluruh dunia belum pasti rilis di Indonesia. Mendengar kabar tersebut, Komunitas Indo Harry Potter pun kecewa.

"Kecewa banget pastinya, filmnya belum pasti ada di sini. Padahal biasanya kita bikin nobar gede-gedean," ujar anggota komunitas Indo Harry Potter, Shafiq saat dihubungi detikhot, Rabu (18/5/2011).

Cowok berusia 21 tahun itu sudah mulai resah ketika beberapa waktu yang lalu Motion Picture Assosiation οf America (MPAA) menghentikan sementara distribusi filmnya ke Indonesia. Shafiq dan beberapa temannya berencana menonton di Singapura jika memang 'Harry Potter and the Deathly Hallows II' tidak tayang di bioskop Tanah Air.

Hal yang sama dirasakan anggota komunitas Indo Harry Potter lainnya, Mita Yudoyono. Wanita berusia 33 tahun itu bahkan sampai stres menunggu kepastian pemutaran 'Harry Potter and the Deathly Hallows II' di Indonesia.

"Stress ya, sampai sekarang belum ada kepastian. Kita juga sudah tanya ke Warner Bros, mereka juga belum bisa kasih jawaban pasti. Kita masih menunggu sampai sekarang, semoga semua urusan itu beres, kita masih punya waktu dua bulan," harap Mitha.

Ditjen Bea Cukai memang telah mengizinkan satu importir dalam negeri untuk memasukkan kembali film impor. Diketahui importir itu adalah Amero Mitra Film yang biasa mengimpor film independen.

Saat ini terdapat beberapa film milik Amero yang diputar di bioskop. Di antaranya, 'Source Code' dan film Hong Kong 'The Lost Blademan'.

Sementara, Motion Picture Assosiation οf America (MPAA) yang biasa mengimpor film-film top Hollywood, seperti 'Harry Potter and the Deathly Hallows II', 'Transformers: Dark of the Moon' dan 'Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides' belum juga mendapat izin.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/5/2011). "Yang dapat izin itu yang independen, kalau yang MPAA belum," katanya.

Berita ini HPFI Blog dapatkan dari Detik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tuliskan komentar kamu untuk artikel ini...
PERHATIAN! Harap cantumkan nama saat memposting komentar!